Skip to main content

Metode Belajar dalam Pendidikan Islam


 

Metode Mengulang Pelajaran Menurut Kitab Klasik Islam

Metode Mengulang Pelajaran Menurut Kitab Klasik Islam

Oleh: Penuntut Ilmu

Metode Pengulangan Bertahap (At-Takrir)

Metode ini menekankan pentingnya pengulangan secara bertahap dan konsisten dalam mempelajari ilmu. Imam Asy-Syafi'i berkata:

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَةِ
"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat."

Metode ini menganjurkan untuk menuliskan ilmu yang telah dipelajari, kemudian mengulanginya secara berkala. Pengulangan dilakukan dengan porsi yang meningkat seiring waktu untuk memperkuat hafalan dan pemahaman.

Metode Pengulangan dengan Pemahaman (At-Tadabbur)

Metode ini tidak hanya mengulang materi secara mekanis, tetapi juga dengan pemahaman mendalam. Allah SWT berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran." (QS. Shad: 29)

Metode ini menekankan pentingnya tadabbur (perenungan mendalam) dalam setiap pengulangan pelajaran. Dengan memahami makna dan hikmah di balik setiap ilmu, pengulangan menjadi lebih bermakna dan efektif.

Metode Pengajaran Kembali (At-Ta'lim)

Salah satu cara terbaik untuk menguasai suatu ilmu adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)

Dengan mengajarkan kembali apa yang telah dipelajari, kita akan terpacu untuk memahami materi dengan lebih mendalam. Metode ini juga membantu mengidentifikasi bagian-bagian yang belum dikuasai dengan baik.

Metode Pengulangan dengan Diskusi (Al-Munaqasyah)

Metode ini melibatkan diskusi dengan sesama penuntut ilmu untuk memperdalam pemahaman. Imam Syafi'i berkata:

مَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ
"Barangsiapa yang tidak merasakan pahitnya belajar sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya."

Melalui diskusi, kita dapat memperoleh perspektif baru, memperbaiki kesalahan pemahaman, dan memperkuat ingatan tentang materi yang telah dipelajari.

Keempat metode ini saling melengkapi dan dapat diterapkan secara bersamaan dalam proses belajar. Kunci keberhasilan adalah konsistensi dan ketekunan dalam mengulang pelajaran dengan berbagai cara tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

PERBEDAAN ANTARA PENILAIAN PROGRAM PENDIDIKAN, PROSES BELAJAR MENGAJAR, DAN HASIL BELAJAR.

Dalam penilaian Pendidikan, mencangkup tiga sasaran utama yakni penilaian program pendidikan, penilaian proses belajar mengajar   dan penilaian hasil-hasil belajar. Keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, tetapi juga dari segi prosesnya. Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar. Ini berarti optimalnya hasil belajar siswa tergantung pula pada proses belajar siswadan proses mengajar guru. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian terhadap proses belajar-mengajar. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.

Bacaan Sebelum Shalat Witir

ü     اوتروا ومجدوا وعظموا شهر الصيام رحمكم الله @ لا إله إلا الله ، وحده لا شريك له ، له الملك ، وله الحمد ، يحيي ويميت،  وهو على كل شيء قدير.... ü     اللهم صل على سيدنا محمد @ صلى الله عليه وسلم. ü     اللهم صل على سيدنا ونبينا وحبيبينا وشفيعنا وذخرنا ومولانا محمد @ صلى الله عليه وسلم.

Cerita Bagus dari Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini

Di baghdad ada seorang laki laki menikah dengan anak puteri pamannya sendiri. Dalam pernikahan itu ia berjanji tidak akan menikah lagi dengan wanita lain. Suatu hari ada seorang perempuan datang (belanja) ke tokonya. Ia meminta lelaki itu untuk menikahi dirinya. Lelaki itupun bercerita apaadanya, bahwa dia telah mengikat janji dengan  istrinya (anak pamannya)untuk tidak akan kawin lagi dengan wanita lain.